Ditulis berdasarkan pengalaman sang penulis yaitu Baek Se Hee, I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki 1 adalah teks di mana ada percakapan antara penulis dan psikiaternya.
Baek Se Hee diketahui telah menderita kelainan darah atau depresi kronis jangka panjang, serta gangguan kecemasan selama lebih dari sepuluh tahun. Beberapa dari kita mungkin pernah mengalami depresi atau kecemasan, atau mungkin orang-orang di sekitar kita.
Buku ini bisa menjadi saran bagi Anda yang berada dalam situasi serupa. Banyak orang merekomendasikan membaca buku ini. Berkat buku dengan skor 3,82 di Goodreads ini, kita mendapatkan banyak pelajaran yang bisa kita kutip.
Berikut merupakan beberapa tips yang dapat kamu ambil dari buku I Want to Die But I Want to Eat Tteokpokki 1:
Jangan Memaksakan Standar Orang Lain Pada Diri Anda
“Anda memaksakan standar anda pada orang lain. Akibatnya pikiran anda sendirilah yang membuat anda merasa menderita.” – halaman 97
Lakukan apa yang ingin Anda lakukan, selama itu tidak merugikan Anda atau orang lain. Tidak perlu bertanya-tanya apakah orang lain menyukainya atau tidak. Faktanya, setiap individu di dunia ini berbeda. Cara mereka mendefinisikan "sukses", "tampan", "cerdas" berbeda. Jadi mengapa memaksakan standar yang sama pada orang lain.
Upaya Mencintai Diri Sendiri
Sumber : Unsplash
“Hanya ada satu ‘aku’ di dunia. Dengan begitu aku adalah sesuatu yang amat spesial.” – halaman 111
Upaya mencintai diri sendiri dengan menjaga diri sendiri, membantu dan membimbing Anda. Ini baik untuk beristirahat. Adalah normal untuk memaksa diri Anda ingin mengambil langkah. Percayalah bahwa kebahagiaan akan datang ketika Anda mencoba untuk mencintai diri sendiri.
Percaya Diri Yang Tinggi Dan Pendirian Yang Kuat
Sumber : Unsplash
“Jika anda memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan memiliki pendirian yang kuat mengenai selera maupun pemikiran anda, anda tidak akan peduli apakah orang lain mengatakan hal buruk atau memandang diri anda secara negatif.” – halaman 116
Kita perlu untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi dan pendirian yang kuat. Jangan malu untuk menunjukkan kekuranganmu. Jika kamu memang tidak ingin menunjukkannya, setidaknya jangan membencinya. Berusahalah untuk berdamai dengan kekuranganmu agar kamu tidak membenci dirimu sendiri.
Jangan pula terpengaruh dengan penilaian orang lain tentang dirimu. Tetapkan standar untuk dirimu sendiri. Buatlah pendirian yang kuat.







