By Semua Sale 10/01/2018 15.51 Comments

Siapa sih yang suka jika pesawat yang akan kamu naiki ternyata mengalami keterlambatan alias delayed? Apalagi kalau kamu sedang buru-buru duh pasti jadi berantakan deh rencana liburan kamu. Kalau kamu berencana traveling dan tidak ingin mengalami yang namanya delayed ada baiknya kamu memperhatikan maskapai-maskapai mana saja yang harus kamu hindari.

Dilansir dari KompasTravel, lembaga analisis penerbangan udara, OAG, yang berbasis di Inggris mengungkapkan data ketepatan waktu maskapai dan bandara dalam melayani penumpang. Pada 2017, OAG menganalisis 57 juta penerbangan yang dilakukan sepanjang tahun. Alhasil tercatat maskapai di dunia yang paling tepat waktu dan paling tidak tepat waktu.

Ketepatan waktu, dalam hal ini disebut on time performance (OTP) adalah penerbangan atau pendaratan yang waktunya tidak lebih dari 14 menit 59 detik dari jadwal yang tertera. Berdasarkan persentase OTP, berikut adalah maskapai paling tidak tepat waktu alias sering telat di dunia, diurutkan dari 10 besar sampai urutan pertama:

10. Xiamen Airlines Company (China) - 58,3 persen
9. Philippines AirAsia Inc. (Filipina) - 58,0 persen
8. Sunwing Airlines Inc. (Kanada) - 57,9 persen
7. Cebu Pacific Air (Filipina) - 57,6 persen
6. SATA International-Azores Airlines S.A. (Azores, Portugal) - 57,1 persen
5. Indonesia AirAsia X (Indonesia) - 56,8 persen
4. LACSA-Lineas Aereas Costarricenses (Kosta Rika) - 54,2 persen
3. Shenzhen Airlines (China) - 53,5 persen
2. AVIOR Airlines (Venezuela) - 53,1 persen
1. Air Inuit (Kanada) - 44,6 persen

OAG menyebutkan data di atas terbilang tidak sempurna. Hal itu karena hanya menampilkan data dari maskapai yang mencatat 80 persen keberangkatan sehingga masih ada maskapai di dunia yang tidak tercatat dalam data OAG.

OAG juga memberikan daftar maskapai-maskapai yang paling tepat waktu di dunia, antara lain:

1. airBaltic (Kanada) - 90,01 persen
2. Hong Kong Airlines (Hongkong) -88,83 persen
3. Hawaiian Airlines (Amerika Serikat) - 87,24 persen
4. Copa Airways (Panama) - 86,39 persen
5. Qantas Airways (Australia) - 86,18 persen
6. Japan Airlines (Jepang) - 85,27 persen
7. Vueling Airlines (Spanyol) - 85,35 persen
8. Jetstar Asia (Australia) - 85,08 persen
9. Skymark Airlines (Jepang) - 85,00 persen
10. Aer Lingus (Irlandia) - 84,46 persen

Meskipun data yang disebutkan belum sempurna, tapi daftar maskapai-maskpai di atas bisa jadi acuan kamu untuk menghindari delayed saat traveling. Kan sayang liburan kamu yang cuma sebentar kalau diperburuk dengan keterlambatan pesawat. Pemburu Sale ada yang punya pengalaman delayed dengan maskapai di Indonesia? Yuk sharing di kolom komentar!

 

Source

Post Comments

You must be logged in to post a comment.

click here to log in