By Semua.Sale 15/08/2019 15.05 Comments

Dengan sejarahnya yang kaya dan begitu mendalam, banyak sekali museum dan tempat wisata yang memiliki tema perjuangan di Indonesia. Tempat-tempat ini bisa menjadi referensi kamu jika memang kamu adalah seorang penggiat sejarah, atau sekadar ingin pergi menjelajahi tempat wisata baru sekaligus menambah pengetahuan. Apa saja sih tempatnya? Simak yuk!

 

1. Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta

Sumber : id.wikipedia.org

Hampir setiap kemerdekaan Republik Indonesia, museum yang satu ini tak pernah luput dari pemberitaan. Tak heran jika Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta seperti berulang tahun setiap tanggal 17 Agustus. Museum ini beralamat di Jalan Imam Bonjol No 1, Menteng, Jakarta Pusat.

Kini museum ini malah semakin canggih, soalnya kamu bisa mengunduh aplikasi di ponsel kamu untuk mendapatkan berbagai mancam informasi yang berkaitan dengan poster, gambar, hingga lukisan-lukisan yang di pajang di Museum yang awalnya merupakan sebuah rumah milik Laksamana Maeda.

Kini, mengunjungi museum akan semakin modern dan kamu tinggal menggunakan aplikasi yang disediakan untuk mendapatkan pemandu pribadi yang menjelaskan benda-benda dan sejarah yang berkaitan dengan kemerdekaan RI di museum yang dibuka secara gratis selama bulan Agustus.

Gedung dengan gaya arsitektur Eropa ini didirikan sekitar tahun 1920. Gedung ini masih terawat dengan sangat baik dan pernah berpindah-pindah kepemilikan. Karena gaya arsitekturnya yang bergaya Eropa, gedung ini pernah digunakan oleh Kedutaan Inggirs selama 20 tahun hingga tahun 1981.

Kemudian pada tahun 1984, gedung ini akhirnya diresmikasn sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada saat itu yakni Prof. Dr. Nugroho Notosusanto.

 

2. Museum Sejarah Nasonal, Jakarta

Sumber : commons.wikipedia.org

Tak banyak yang tahu jika Monas memiliki sebuah Museum di bawah permukaannya. Museum Sejarah Nasional, Jakarta ini hanya diisi dengan diorama-diorama yang sebetulnya sangat mengasyikkan jika bisa diceritakan kepada anak-anak.

Ada sekitar 48 buah diorama yang menggambarkan masing-masing cerita pada zaman pra-sejarah hingga terakhir zaman orde baru. Diorama-dioramanya benar-benar sangat unik dan menarik. Tak heran jika anak-anak akan mengira bahwa diorama ini bak sebuah mainan biasa.

Bahkan diorama saat pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno menggambarkan kondisinya saat kejadian tersebut di Museum Sejarah Nasional Jakarta ini. Alamat Museum Sejarah Nasional berada di Jalan Silang Monas, Jakarta yang dilalui oleh bus Transjakarta dan dekat dengan Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Senen.

 

3. Museum Sejarah Jakarta

Sumber : id.wikipedia.org

Nama julukan memang lebih terkenal dibandingkan nama resminya. Begitu juga halnya dengan Museum Sejarah Jakarta yang lebih populer disebut sebagai Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta. Museum ini memang berada di Jalan Taman Fatahillah  Jakarta Barat.

Akses transportasi ke Museum Sejarah Jakarta amatlah mudah karena menjadi perhentian terakhir bus Transjakarta di Kota Tua dan juga perhentian terakhir bagi Commuter Line atau KRL di Stasiun Kota. Dari halte Busway atau dari Stasiun kamu hanya tinggal berjalan kaki saja ke Museum Sejarah Jakarta.

Inilah museum satu-satunya di Jakarta yang tak pernah sepi dari pengunjung siang ataupun malam. Pasalnya kawasan Kota Tua bukan hanya sekadar kawasan cagar budaya tapi juga dijadikan tempat berbagai macam acara budaya hingga kesenian.

Museum Sejarah Jakarta termasuk salah satu museum yang memiliki fasilitas lengkap mulai dari tempat ibadah, kantin, souvenir shop hingga memiliki sinema pribadi untuk memutar film-film dokumenter. Tak banyak yang tahu jika museum ini banyak memamerkan beberapa benda peninggalan dari masa kerajaan Tarumanegara dan kerajaan Pajajaran bahkan memiliki perpustakaan dengan koleksi buku hingga seribu lebih judul buku.

 

4. Museum Sejarah Perjalanan Bangsa, Jakarta

Sumber : id.wikipedia.org

Museum ini sebetulnya adalah gedung Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI yang beralamat di jalan Ampera Raya No 7 Jakarta Selatan. ANRI memiliki arsip sejarah tentang perjalanan bangsa dalam bentuk diorama hingga dibagi ke dalam delapan hall mulai dari Hall A hingga Hall H.

Sejarah perjalanan bangsa ini disajikan dengan cara yang menarik sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan dan golongan. Kisah sejarah perjalanan bangsa tidak hanya pada masa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia namun disajikan mulai dari Masa Kejayaan Nusantara pada masa kerajaan-kerajaan hingga masa Reformasi. Berbeda dengan diorama yang berada di Museum Sejarah Nasional yang berhenti hingga zaman Orde Baru.

Sebagai informasi bahwa untuk pengunjung rombongan harus mendapatkan izin terlebih dahulu sebelum berkunjung. Berbeda dengan pengunjung perorangan atau rombongan kecil kurang dari 10 orang dapat langsung berkunjung.

Satu hal yang perlu diketahui bahwa Museum ini memiliki peraturan yang cukup ketat termasuk penggunaan kamera di dalam museum. Pengunjung tidak diperkenankan mengambil gambar dan wajib menitipkan kamera di tempat penitipan.

 

5. Museum Keprajuritan Indonesia, Jakarta

Salah satu museum yang paling instagrammable di Jakarta adalah Museum Keprajuritan Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Museum ini mirip sebuah benteng kerajaan dalam film Game of Thrones. Dengan luas sekitar 4.5 hektar, museum yang diresmikan oleh Presiden Soeharto ini memiliki daya pikat karena sebuah kapal Phinisi yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Selain memamerkan diorama perjuangan pada abat ke 13 hingga ke 19, Museum ini juga memiliki beberapa patung pahlawan dengan jumlah sektiar 23 patung. Patung tersebut diantaranya beberapa tokoh pahlawan dan sosok rekaan patung Gajah Mada.

 

6. Gedung Joang 45

Gedung Joang ’45 atau juga disebut sebagai Museum Joang ’45 beralamat di Jalan Menteng Raya 31, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Museum yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1974 ini awalnya merupakan bangunan sebuah hotel milik seorang warga negara Belanda.

Gedung Joang 45 awalnya adalah sebuah hotel bernama Hotel Schomper. Nama Schomper berasal dari nama keluarga pemilik hotel tersebut yaitu L.C.Schomper. Sejak diresemikan sebagai sebuah museum, Gedung Joang 45 kini memiliki beragam fasilitas mulai dari ruang pamer, perpustakaan, hingga children room.

Salah satu yang istimewa yang bisa kamu lihat secara langsung di Gedung Joang 45 ini adalah koleksi mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden RI pertama yaitu Soekarno Hatta. Selain mobil bersejarah dengan nomor polisi REP 1 dan REP 2, koleksi Museum ini juga cukup lengkap mulai dari foto-foto sejarah utamanya foto-foto saat Kemerdekaan pada tahun 1945 hingga tahun 1950.

 

7. Rumah Rengasdengklok, Karawang

Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa “penculikan” proklamator, Soekarno Hatta, dalam upaya para pemuda untuk mendesak proklamator segera menyatakan kemerdekaan Indonesia. Rumah yang dijadikan tempat istirahat tersebut merupakan rumah milik Djiaw Kie Siong, salah seorang tentara PETA (Pasukan Pembela Tanah Air).

Hingga kini bangunan tersebut masih dibiarkan sebagaimana aslinya saat Soekarno Hatta “diasingkan” dari ibukota. Salah satu alasan kuat mengapa para pemuda membawa Soekarno Hatta ke Rengasdengklok disebabkan jarak rumah yang berdekatan dengan markas PETA. Selain itu juga jarak dengan Jakarta tidak terlalu jauh kurang dari 100 kilometer.

Rumah inilah yang menjadi sejarah sehari sebelum proklamasi kemerdekaan yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Tanggal 16 Agustus, proklamator bangsa pernah singgah semalam di Rumah Rengasdengklok yang kini menjadi salah satu bagunan cagar budaya.
 

8. Rumah Inggit Garnasih, Bandung

Inggit Garnasih adalah salah satu sosok perempuan yang menemani Soekarno selama masa perjuangan. Salah satu istri Soekarno ini pernah tinggal bersama di Jalan Inggit Garnasih no 174 Bandung. Rumah inilah yang menjadi tempat tinggal Soekarno pada tahun 1926-1934.

Rumah ini kini menjadi salah satu cagar budaya dibawah pengawasan Museum Sri Baduga Bandung. Tak banyak benda-benda peninggalan Soekarno di rumah Inggit Garnasih ini selain foto-foto Soekarno dan Inggit Garnasih. Inggit dikenal gigih semasa hidup saat Soekarno dipenjara dan diasingkan dengan cara meracik jamu dan menjualnya.

Bangunan yang saat ini bukan bangunan aslinya seperti Rumah Rengasdengklok yang masih dibiarkan seperti aslinya. Rumah Inggit Garnasih awalnya merupakan rumah panggung. Kini rumahnya sudah permanen dengan batako dan sudah dipagar secara permanen meskipun masih ada ciri khas rumah model lama.

 

9. Tugu Pahlawan, Surabaya

Tugu Pahlawan dan Monumen Proklamasi merupakan salah satu museum yang terkait erat dengan Kemerdekaan Indonesia. Monumen Proklamasi ini memiliki patung proklamator Soekarno Hatta saat tengah membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Monumen yang beralamat di Jalan Pahlawan Surabaya ini selalu ramai pada hari Minggu karena dijadikan sebagai tempat berolahraga juga tempat berbelanja bazar atau pasar dadakan.

Seru kan tempatnya? Kalau kamu tertarik mengunjungi tempat-tempat ini, ayo ajak keluarga dan teman untuk berwisata bersama! Bingung akan transportasi? Nggak perlu khawatir, sewa aja mobil sambil menikmati promo diskon Tiket.com berupa harga spesial sewa mobil cuma Rp174.000,-. Cek infonya di sini, dan selamat jalan-jalan!

Post Comments

You must be logged in to post a comment.

click here to log in